Adakalanya tidak perlu Logika dan kajian Ilmiah

Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, manusia ditempatkan pada derajat yang paling tinggi dibanding dengan makhluk-makhluk lain dari ciptanNya. Akal yang dilebihkan, bentuk rupa yang dibaguskan dari selainnya, dan kemampuan - kemampuan lain yang dilebihkan oleh Sang Pencipta telah menghantarkan manusia pada tititk yang 'digdaya' dan 'mumpuni'. Logika dan kemampuan memecahkan suatu masalah tak tertandingi oleh makhluk selainnya.

Di segudang kemampuan itulah kadang kala manusia terlena dengan batasan-batasan akal yang mereka miliki. terkadang batasan akal itulah yang dijadikan manipulasi untuk membenarkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu untuk dipertanyakan, menjadikan pembenaran untuk sesuatu yang seharusnya diyakini tetapi akal manusia seolah berada pada titik yang serba segalanya. Memang diakui manusia diberi akal untuk berfikir, memecahkan masalah dan bertahan hidup. Namun manusia terkadang lupa bahwa ada kalanya akal itu harus 'bersimpuh' untuk mengakui keterbatasannya, terbatas karena sifat 'manusiawi'nya.








Ada suatu contoh sederhana, Bagi kita yang muslim, ada kejadian yang dikabarkan melalui kitab suci Al Quran bahwasanya Rosululloh pada melakukan Isro' mi'roj yang pada titik dimana akal manusia dihadapkan pada suatu antara 'percaya' dan 'tidak percaya '. Akal akan mempertanyakan bagaimana mungkin manusia bisa terbang dengan tunggangan 'Buraq' dalam waktu sesingkat itu bisa menembus berjuta-juta kilometer tanpa perlengkapan layaknya Astronot pada masa sekarang. Sebagi seorang muslim, tentu saja kita dituntut untuk selalu percaya apa-apa yang di wahyukan Oleh Allah di dalam alQur'an tanpa harus mempertanyakan kebenarannya. karena akal kita tidak akan mampu menjawab apa yang oleh Allah sengaja tidak dijelaskan perihal 'mengapa'. 

Kejadian isro'Mi'roj menuntut akal kita harus tunduk dan harus percaya tanpa segala bentuk penelitian ilmiah. Sebagai muslim harus 100% percaya tanpa mempertanyakannya dan itu wajib hukumnya. Namun banyak manusia yang masih bersikukuh sampai sekarang ( walau dia muslim ) tetap ingin tahu bagaimana kejadian luar biasa tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah. Segala metode digunakan dan hasilnya sampai sekarang tidak ada suatu metode ciptaan 'akal ' manusia bisa menjelaskannya.

Sebenarnya, bagi yang masih bersikukuh dengan perkataan "segalanya harus dijelaskan dengan logika dan kajian ilmiah " perlu kesadaran bahwa itulah manusia, yang bila akalnya dilebihkan terkadang 'ngelunjak' dan merasa 'super'. Adakalanya tidak perlu logika dan kajian ilmiah untuk menjawab apa yang terkadang akal kita tidak bisa menjawabnya  ( seperti contoh diatas ). ada contoh mudah, ada seorang dokter terkenal, sang dokter memberikan suatu seminar kecil di suatu ruangan dihadapan para pasiennya dan para hadirin. sang Dokter berkata " ini ada ada dua buah botol, yang satu berisi ramuan herbal yang bisa membuat tubuh sehat dan botol satunya berisi air keras, jangan coba-coba meminum botol yang berisi air keras ini karena berbahaya ". Semua pasien manggut-manggut dan percaya apa yang dikatakan dokter itu benar karena beliau seorang dokter yang sudah pengalaman dan berpendidikan. ada seorang mahasiswa yang konon selalu menggunakan 'logika' dan 'akal', sang mahasiswa mempunyai prinsip bahwa semua harus ada uji coba untuk mengetahui kebenarannya. maka mahasiswa tersebut mengacungkan tangannya dan berkata di depan dokter tadi " maaf pak dokter, saya tidak percaya bahwa botol yang konon katanya tadi berisi air keras sebelum saya meminumnya untuk membuktikan benar tidaknya ". 

Mungkin pembaca setia sudah tahu bukan ending dari cerita sang dokter dan mahasiswa tadi walaupun saya sengaja tidak meneruskan ending ceritanya ?. Mungkin sedikit artikel singkat diatas bisa memberikan kita suatu pencerahan bahwa akal mempunyai suatu titik yang kadangkala harus mengakui bahwa banyak sekali yang belum kita bisa dan fikirkan. Dengan begitu kita akan semakin menambah rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberikan kita suatu pedoman hidup dan Iman agar tidak menjadi makhluk-makhluk yang takabur akan pemberianNya.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Partner Site