Bahagia itu mudah

Banyak yang beranggapan bahwa bahagia itu membutuhkan banyak biaya, bisa juga begitu bisa juga tidak. Ada juga yang beranggapan bahagia itu bila semua ada padanya, baik kendaraan, rumah, anak, istri jabatan dan sebagainya. ya, itu juga bisa membuat bahagia, namun juga bisa sebaliknya. Bahagia itu mudah, semudah saya yang sedang posting tulisan ini, semudah saya menekan tuts keyboard menulis artikel ini, semudah apa yang saya ingin ungkapkan.

Di setiap postingan saya, selalu ada kontroversi kata-kata yang sengaja saya bikin agar sobat sekalian ada yang 'gemes', senyum, nyeletuk, dan beragam ekspresi lainnya. Namun , itulah kata-kata, mudah saya ungkapkan dan sekali lagi, itulah yang membuat saya bahagia. bukan bahagia karena membuat orang lain 'tidak' bahagia, nmun bahagia karena tulisan saya dibaca. Nah itu poin pertama mengapa saya sebut bahagia itu mudah.

Poin kedua, dikala pagi hari setelah kita membuka mata dari tidur semalam, dimana badan kita terasa buga kembali kemudian mengambil air wudlu dan melaksanakan sholat subuh apa yang kita rasakan?, mungkin ada yang merasa biasa saja, masa bodoh atau ada yang merasa sangat istimewa dengan dirinya. bagi yang bahagianya 'mudah' maka dia akan merasa pagi itu dia terasa bahagia sekali, bahagia karena badannya segar dan sehat dan bahagia karena dapat dengan mudah tanpa halangan melaksanakan sholat subuh. bahagia itu mudah bukan ?








poin ketiga, dikala kita akan berangkat kerja, kendaraan yang kita 'starter' dengan lancarnya berbunyi dan siap untuk menghantarkan kita bekerja, itu juga kan menimbulkan efek bahagia. tentu saja bagi yang bisa 'menikmati' rasa bahagia tersebut, bagi yang tidak merasakan nikmat bahagia karena kendaraannya lancar dan mudah dijalankan saya rasa bahagia akan dirasakan orang di sekitarnya, istrinya bahagia suaminya bisa kerja untuk keluarganya, anaknya bahagia ayahnya bisa kerja mencari rizki bekal sekolah dan masa depannya, karena apa?, ya karena satu hal yang kelihatan sepele tersebut, yaitu kendaraan yang sehat wal afiat :) .

Poin ke empat, poin disini sebenarnya urutan dari proses bahagia diatas, bayangkan betapa banyak bahagia-bahagia yang teramat mudah kita dapat akan tetapi kita jarang menyadarinya, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi di malam hari. betapa banyak bahagia yang kita rasakan namun kita seakan 'sombong' untuk men-syukurinya. yang sehat layak bahagia, yang sakit-pun juga layak untuk 'mudah bahagia' karena sakitnya akan menggugurkan dosa-dosanya. semudah itulah bahagia.

Semoga, tulisan saya tentang 'bahagia itu mudah' semudah kita bersyukur akan nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita semua. Bersyukur itu juga suatu 'kebahagiaan' bagi kita yang mudah bahagia dengan nikmat yang telah tercurahkan kepada kita dan menjadikan kita Hamba-hamba yang bukan termasuk golongan kaum yang Ingkar akan nikmat Allah. Insya Allah.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Partner Site