Efek Negatif Lilin Aroma Terapi Untuk kesehatan

Pengharum ruangan, Lilin aroma terapi dan berbagai bau-bauan yang sering dimanfaatkan untuk menyebarkan aroma harum ruangan memang saat ini sudah lazim digunakan. Seperti Halnya Lilin terapi yang akhir-akhir ini banyak dipasarkan lewat dunia maya dan beberapa jejaring social. Ternyata ada hal yang harus anda perhatikan tentang pengharum dan sekaligus pengaroma terapi jenis lilin ini, ada sisi negatifnya lho.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Alastair Lewis di Pusat Nasional Atmospheric Science University Of York, Pengujian dari enam sample rumah mewah, dilakukan pengukuran berbagai kadar zat dan bahan kimia organik yang menguap di udara seperti benzena dan alpha-pinene, sejenis zat yang banyak digunakan pada produk pembersih.

efek egatif lilin aroma terapi

Zat kimia yang yang dihasilkan dari lilin aroma terapi maupun produk sejenisnya seperti pengharum ruangan ( padat, cair maupun semprot ) akan menghasilkan molekul-molekul yang akan berubah saat zat kimia bersentuhan dengan udara bebas sekaligus menghasilkan molekul kimia Formaldehida. Dimana formaldehida bisa berpotensi mengubah struktur DNA sehingga bisa menimbulkan sel-sel yang tidak normal pemicu berkembangnya penyakit kanker.

Efek bagi kesehatan bagi pengguna lilin aroma terapi juga tidak bisa dianggap remeh. Dalam pemakaian jangka panjang, lilin aroma terapi bisa menyebabkan gangguan kesehatan paru-paru, Tumor dan ganggguan asma. Untuk efek ringan dari penggunaan lilin aroma terapi bisa menyebabkan batuk, mata gatal, sakit tenggorokan serta dapat menimbulkan mimisan.



Ternyata efek negatif dari lilin aroma terapi bisa dicegah dengan menyediakan beberapa tanaman yang mampu menyerap zat kimia Formaldehida di udara seperti tanaman Geranium, tanaman pakis, lavender serta tanaman rambat English Ivy Yng diletakkan di ruangan atau tempat-tempat yang berpotensi adanya penyebaran bau lilin aroma terapi. 

Namun berbagai dampak negatif dari Lilin terapi dan pengharum ruangan tersebut masih perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk memperkuat hasil uji yang dilakukan oleh Profesor Alastair. Semoga informasi kesehatan diatas bermanfaat untuk pembaca detikinfo.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Partner Site