Mengenal Pebedaan Jenis Lemak Baik dan Jahat

Menjaga Kesehatan dengan memperhatikan menu yang jadi asupan tubuh memang harus dilakukan agar tubuh selalu fit dan terhindar dari segala penyakit. Jenis-jenis makanan berlemak yang sudah menjamur sebagai tren kuliner saat ini juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat yang sulit untuk dibendung lagi. Disini DetikInfo akan membahas khusus tentang beberapa perbedaan dan kategori dari jenis Lemak yang ada di dalam makanan.

Lemak yang ada di dalam makanan ada 2 jenis yaitu Lemak Jahat dan Lemak Baik. Dimana lemak jahat terdiri dari Lemak jenuh ( Saturated fat ) dan lemak Trans ( Trans Fat ). Untuk lemak Baik terdiri dari Polyunsaturated fat dan Monounsaturated fat. Untuk mengetahui definisi dan pengertian di beberapa jenis lemak yang ada dalam makanan silahkan simak ulasannya di bawah ini.

Lemak jenuh dan lemak baik

  • 1. Lemak Jahat
Dimana lemak jahat terdriri dari 2 jenis yaitu lemak jenuh dan lemak trans, dimana bentuknya padat di dalam suhu kamar. Contoh lemak padat ini antara lain adalah margarin, butter serta lemak yang terkandung dalam daging steak. Namun tidak semua lemak-lemak jahat tersebut berbentuk padat ( solid ), ada susu, beberapa jenis minyak dan es krim yang juga mengandung lemak jenuh yang besar. 

Lemak Jenuh ( saturated fat ) sendiri berkaitan erat dengan jumlah atom hidrogen yang ada dalam lemak. dalam rantai atom dalam lemak jenuh, atom karbon mengikat sebanyak mungkin atom hidrogen dan membentuk asam lemak jenuh. Lemak jenuh terdapat pada mentega maupun susu wholemilk. Daging sapi dan susu pada umumnya meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Lemak trans ( trans fat ), lemak ini dihasilkan secara alami di dalam daging, dimana jenis lemak ini mulai dihasilkan secara artifisial di dalam laboratorium sekitar seratus tahun dahulu sebagai alternatif butter murah. Penemuan para ahli untuk membuat minyak sayur yang padat atau solid menggunakan hidrogen dan pemanasan ini disebut sebagai Hydrogenation, untuk produk solid ini antara lain margarin dan shortening. 



Para ahli kesehatan dari Institute of Medical sendiri dalam diskusinya menyatakan kalau lemak trans ini sangat tidak dibutuhkan dan tidak baik bagi kesehatan tubuh.
  • 2. Lemak Baik
Berbanding terbalik dengan lemak jahat, di dalam lemak ini terkandung hidrogen paling kecil dalam ikatan rantai karbon. Begitu pula dari sisi bentuk fisiknya, lemak baik berbentuk cair dan banyak berasal dari sayuran dan ikan. Untuk jenis lemak baik sendir juga terdiri dari 2 kategori yaitu Polyunsaturated fat dan MonoUnsaturated fat.

Polyunsaturated fat merupakan lemak dengan jumlah hidrogen paling sedikit, dimana ada 2 jenis lemak ini, yaitu Asam lemak Omega-3 dan asam lemak omega-6. Kedua jenis lemak tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sebagai asam lemak esensial, Polyunsaturated fat sangat vital fungsinya bagi tubuh yang memang tidak bisa memproduksi sendiri jenis asam ini. Omega-3 dan Omega-6 biasa diperoleh tuhuh dari asupan makanan sebagai pembentuk membran sel lapisan luar masing-masing sel. Fungsi vital lain dari PolyUnsaturated fat ini antara lain seperti peran kontraksi otot, penggumpalan darah, relaksasi, menurunkan kadar LDL, menurunkan kolesterol dan menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Asam Omega-3 dapat membantu mencegah penyakit stroke dan jantung. Lemak ini banyak berasal dari walnut, minyak canola, minyak kedelai, ikan salmon, tuna, makereldan minyak jagung.

Sedangkan Asam Omega-6 juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Kandungan linoleic acid-nya banyak terkandung di minyak sayur seperti kedelai, bunga matahari, minyak jagung dan walnut.

Untuk jenis lemak baik Monounsaturated fat, kandungan atom hidrogen lebih banyak dari lemak Polyunsaturated fat. Untuk jenis lemak ini bisa didapat dari minyak zaitun, minyak kacang, minyak canoa dan minyak wijen. Untuk mendapat jenis minyak monounsaturated fat yang murah bisa didapat dari minyak sawit.

Dari beberapa jenis minyak diatas walau ada yang berfungsi sebagai kesehatan tubuh ( lemak baik ) namun disarankan tidak mengkonsumsinya secara berlebihan khususnya bagi penderita penyakit jantung. Semoga informasi tentang definisi dan jenis lemak diatas bermanfaat bagi pembacca detikinfo sekalian.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Partner Site