22/12/2016

Bangun Tidur Kok Malah Pegal, Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya



Tidur memiliki manfaat yang cukup penting dalam mengembalikan kondisi tubuh agar kembali segar. Namun sayangnya, tidak semua orang setelah tidur merasakan kebugaran. Bahkan yang terjadi justru sebaliknya, tubuh malah terasa pegal dan tidak nyaman. 

Penyebab Pegal Saat Bangun Tidur dan Solusinya 


1. Penyebab bangun tidur merasa pegal yang pertama

Penyebab bangun tidur terasa pegal yang pertama adalah aktivitas berat yang dilakukan sebelum tidur. Jika otot terlalu banyak digunakan dalam melakukan pekerjaan, maka akan memicu terjadinya penumpukan sisa- sisa metabolisme yang berakibat pada rasa pegal saat anda bangun. 

pegal-pegal waktu bangun tidur

Jika memang rasa pegal masih dirasakan saat bangun tidur, itu artinya tubuh masih belum mendapatkan istirahat yang cukup, guna memulihkan kondisi badan.

2. Penyebab bangun tidur merasa pegal yang kedua

Adapun penyebab pegal setelah bangun tidur yang berikutnya adalah kualitas tidur yang buruk. Saat seseorang mengalami tidur yang kurang nyaman, hal ini dapat berakibat pada kualitas tidur yang buruk. Pada akhirnya, proses pemulihan badan menjadi terhambat dan berakibat pada rasa pegal saat bangun keesokan paginya.

Cara mengatasi pegal saat bangun tidur


Rasa pegal setelah bangun tidur, memiliki kaitan yang cukup erat dengan aktivitas yang dilakukan seseorang saat dalam kondisi terjaga. Adapun cara mengatasi rasa pegal sendiri, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. 

1. Hindari latihan atau pekerjaan yang berlebihan

Rasa pegal setelah bangun tidur, bisa jadi karena overtraining syndrome atau gejala latihan yang berlebih. Hal ini sering menimpa kalangan atlet yang gemar melakukan latihan, tanpa mencukupi waktu istirahat mereka. Jika memang demikian, ada baiknya jika dosis latihan saat berolahraga dikurangi.

Lakukan pola olahraga yang tepat dengan peningkatan yang bertahap. Dalam hal ini, seorang atlet bisa meningkatkan intensitas latihan mereka dengan kadang- kadang agak naik dan turun di suatu waktu. Setelahnya, seorang atlet bisa menaikkan intensitas latihannya kembali. Hal ini dilakukan untuk menghindari overtraining syndroma yang tentunya tidak baik bagi tubuh. 




Konsultasikan kepada pelatih agar terhindar dari latihan berat yang dipaksakan hingga berakibat buruk bagi kondisi tubuh sang atlet. 

2. Jaga kuantitas waktu tidur 

Langkah menghindari rasa pegal setelah bangun tidur yang selanjutnya, bisa dilakukan dengan menjaga kuantitas tidur. Bagi mereka yang masih dalam usia sekolah, waktu tidur yang baik adalah 9 sampai 11 jam saat malam. Sementara bagi usia dewasa, kuantitas waktu tidur yang baik adalah 7 sampai 8 jam di saat malam. 

3. Jaga posisi saat tidur

Menjaga posisi tidur dengan baik dapat menghindarkan anda dari yang namanya pegal di saat bangun. Taukah anda jika tidur dengan posisi miring dapat meningkatkan tekanan pada paha dan pundak? Akibatnya, posisi ini dapat menyebabkan terjadinya rasa nyeri di bagian leher.

Untuk posisi tengkurap, posisi ini dapat berakibat pada banyak masalah kesehatan seperti halnya nyeri di bagian punggung serta leher. Posisi tengkurap juga berdampak pada munculnya kerutan di bagian wajah.

Posisi tidur yang baik adalah posisi terlentang. Posisi ini dapat membuat tulang belakang, leher serta kepala berada di posisi yang netral tanpa ada tekanan. 

Tidur merupakan proses untuk memulihkan tubuh kita dalam kondisi yang baik. Namun sayangnya ada beberapa orang yang mengalami pegal- pegal setelah bangun tidur. Jika memang demikian, maka tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang jaga kualitas tidur anda dengan baik. 


Emoticon Emoticon