06/12/2016

Cara Cerdas Mengatasi Keuangan Usaha yang Mulai Seret



Dalam bisnis, kadang berada di atas dan kadang di bawah, adalah suatu hal yang lumrah. Banyak kejadian atau permasalahan yang sering kali datang tak terduga. Dan salah satu masalah yang kerap datang menghinggapi para pelaku bisnis adalah seretnya kondisi keuangan. 

Nah buat anda para pelaku bisnis yang sedang mengalami masalah keuangan yang seret, entah itu karena persaingan usaha semakin tinggi sehingga sepi project, atau karena pembayaran dari klien yang molor, atau hal lainnya, tentunya anda harus punya tips untuk menanggulangi keadaan di atas.

Cara Cerdas Mengatasi Keuangan Usaha yang Mulai Seret

Tips Mengatasi Keuangan Usaha yang Seret

1. Menekan biaya operasional

Biaya operasional sering kali menjadi salah faktor yang menyebabkan keuangan usaha mengalami keseretan. Kegagalan dalam mengatur biaya yang dialokasikan untuk biaya operasional merupakan penyebabnya. Pemilik usaha lebih fokus pada suatu hal sehingga soal anggaran mulai terabaikan. Hal ini tentu tidak boleh dilakukan jika Anda menjadi seorang pemimpin bisnis tersebut. Akibatnya, laba yang dihasilkan tidak seberapa tetapi biaya operasionalnya semakin tinggi maka di saat seperti inilah Anda harus waspada.

Jika keuangan bisnis Anda sudah seret, maka kebijakan baru harus Anda terapkan terkait pengalokasian dana yang digunakan untuk biaya operasional. Biaya operasional harus ditekan semaksimal mungkin agar tidak memperparah kondisi keuangan bisnis Anda. Tujuannya agar bisnis Anda tetap bisa bertahan.

2. Menjalin kerjasama dengan suppliers





Cara berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah menjalin hubungan kerjasama dengan para supplier. Tujuannya agar Anda tidak perlu mengeluarkan biaya dalam jumlah yang banyak lagi. Bekerja sama dengan suppliers, Anda dapat menggunakan sistem kredit atau sistem titip-jual. Cara tersebut dimaksudkan agar Anda dapat menggunakan sisa uang yang Anda punya dan mampu mengoptimalkan penjualan stok produk Anda untuk digunakan pada keperluan lainnya. 

3. Mendongkrak penjualan

Salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha adalah pintar memutar otaknya dalam setiap situasi apapun. Apalagi di tengah kondisi keuangan yang sedang seret, maka melakukan pendongkrakkan penjualan merupakan hal yang sangat penting. Disinilah seorang pengusaha harur memutar otaknya mengenai cara-cara apa aja yang harus dilakukan demi mendongkrak penjualan. Kemampuan melihat peluang dengan jelih akan sangat berguna di sini. Ada banyak hal yang akan Anda pertaruhkan jika Anda gagal melakukan pendongkrakkan penjualan, dimana salah satunya adalah gulung tikar. 

Tentu saja Anda tidak menginginkan hal tersebut bukan. Tetapi mau bagaimana lagi? Jika keuangan bisnis Anda mulai seret sedangkan hasil penjualan juga hanya berada pada angka itu-itu saja, apalagi yang dapat dilakukan? Oleh karena itu, melakukan inovasi sebaik mungkin dan pintar melihat peluang adalah cara untuk menyelesaikan masalah keuangan bisnis Anda yang mulai seret. 

4. Memberhentikan utang usaha

Pentingnya menjalin kerjasama dengan para supplier adalah di bagian ini. Utang yang terus Anda timbun di bank itu justru akan semakin kondisi keuangan Anda semakin terpuruk. Jadi daripada semakin terpuruk ketika utang sudah dalam masa jatuh tempo namun tak bisa Anda bayarkan, hal itu akan semakin sangat tidak baik bagi bisnis yang sedang Anda jalankan. Jadi sebisa mungkin, untuk tidak melakukan pengutangan pada pihak bank ya!

5. Teruslah berjuang

Tidak ada perjuangan yang sia-sia, begitu setidaknya pepatah mengatakan. Berjuang memang bukan merupakan sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan. Namun untuk apa yang telah Anda bangun dalam waktu yang tidak singkat, maka sudah sepatutnya Anda memperjuangkannya sampai Anda sudah tak lagi mampu menyerah. Ingatlah, bahwa seorang pengusaha harus memiliki mental yang tangguh. Jadi jangan menyerah ya!

Masalah keuangan pasti akan selalu ada dalam setiap usaha apapun. Namun kemampuan Anda untuk mengelolah keuangan itu dengan baik akan menghindarkan Anda dari hal-hal yang sifatnya sangat merugikan.


Emoticon Emoticon