12/10/2017

Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalis, Perbedaan Serta Kekurangan Kelebihannya

DetikInfo.com - Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalis, Perbedaan Serta Kekurangan Kelebihannya. Pastinya, dalam setiap negara, diterapkan suatu sistem ekonomi yang menjadi ketentuan dalam menjalankan perekonomian di negara tersebut. Menilik definisinya, sistem ekonomi adalah sistem atau aturan yang digunakan untuk mengatur perekonomian di suatu negara. Setiap negara mempunyai ideologi, sejarah, dan kondisi yang berbeda-beda sehingga sistem ekonomi yang dipakai di negara-negara di dunia pun berbeda-beda. 

Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalis, Perbedaan Serta Kekurangan Kelebihannya

Ada beberapa jenis sistem ekonomi yang ada di dunia, diantaranya yang cukup populer ialah ekonomi kapitalis, ekonomi islam, ekonomi sosialis, serta sistem ekonomi campuran. 

Nah, untuk kali ini, seperti yang anda lihat pada judul diatas, kami akan membahas tentang ekonomi Islam dan ekonomi kapitalis. Penasaran tahu lebih lanjut?

Perbedaan Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalis


Ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian secara penuh. Kebebasan itu berupa kebebasan dalam memproduksi barang atau produk, menjual barang, serta menyalurkan barang. Sistem ekonomi kapitalis mempunyai beberapa ciri, yaitu:

Baca Juga


a. Setiap orang bebas untuk memiliki alat-alat produksi

b. Setiap orang bebas untuk berusaha dan bersaing satu sama lain

c. Campur tangan pemerintah terhadap perekonomian dibatasi

d. Setiap orang bebas untuk menentukan hal-hal terkait produksinya

e. Harga-harga dibentuk di dalam pasar bebas

f. Produksi bertujuan untuk mendapatkan laba



Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan keberkahan di akhirat. Ekonomi Islam dijalankan melalui usaha-usaha yang halal menurut syariat Islam. Dalam sistem ekonomi jenis ini, bukanlah keuntungan sebesar-besarnya yang dicari, melainkan keseimbangan hidup di dunia dan di akhirat. 

Ada beberapa ketentuan di dalam ekonomi Islam, di antaranya sebagai berikut.

a. Dilarang untuk berperilaku boros

b. Jual-beli sangat dianjurkan, tetapi riba dilarang

c. Ada saat untuk memberikan sebagian hartanya kepada yang berhak menerimanya (ziswaf)

d. Produksi, penjualan, dan pembelian terhadap suatu barang haruslah halal

Dalam agama Islam, orang Islam sangat dianjurkan untuk berdagang. Selain itu, dalam agama Islam, seorang mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah. Hal ini dapat diartikan bahwa Islam mengajurkan setiap penganutnya agar menjadi orang kaya yang dapat bermanfaat dan jalan terbesar menuju kekayaan adalah dengan menjadi pengusaha.

Sistem ekonomi Islam berlandaskan pada alquran dan sunah serta termasuk ke dalam persoalan muamalah. Oleh karena itulah, dalam ekonomi Islam, dapat terlihat bahwa sistem ini tidak memfokuskan pada kebebasan, tetapi pada usaha-usaha halal yang membawa keberkahan.

Perbedaan ekonomi Islam dan ekonomi kapitalis tidak hanya terletak pada penerapannya, tetapi juga pada landasan yang diyakini. Dalam ekonomi Islam, kehadiran Tuhan (Allah) sangat diakui, sedangkan kehadiran Tuhan dalam ekonomi kapitalis dihilangkan. Jika keberkahan dan kebermanfaatan sangat dipertimbangkan di dalam ekonomi Islam, keuntungan dan kebebasanlah yang sangat dipertimbangkan di dalam ekonomi kapitalis.

Kekurangan dan Kelebihan Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalis




Dalam ekonomi kapitalis terdapat beberapa kelebihan, yaitu adanya persaingan yang dapat memacu kemajuan dalam usaha, produk yang dihasilkan biasanya berdasarkan kebutuhan masyarakat atau permintaan pasar, dan terbatasnya campur tangan dari pemerintah sehingga lebih bebas dalam menjalankan perekonomian.

Di sisi lain, ekonomi kapitalis mempunyai beberapa kekurangan, yaitu dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat (penindasan terhadap pihak yang lemah) dan dapat menyebabkan ketidakjujuran karena cenderung untuk mencapai laba sebesar-besarnya.

Ada beberapa kelebihan jika suatu negara menerapkan ekonomi Islam. Pertama, kemungkinan terjadinya penindasan terhadap pihak yang lemah berkurang. Kedua, kesenjangan yang terjadi tidak terlalu kentara karena dalam ekonomi Islam dilarang adanya penumpukan kekayaan dan diwajibkan untuk saling membantu. Ketiga, cara yang ditempuh untuk mencapai kekayaan dilakukan dengan cara yang baik. 

Sebenarnya, ekonomi Islam merupakan solusi untuk menciptakan negara yang lebih sejahtera. Sayangnya, ekonomi Islam belum mampu berkembang dengan baik saat ini. sistem ekonomi Islam dapat diterapkan dengan lebih mudah apabila diterapkan di negara dengan mayoritas penduduk beragama islam. Namun, bukan itu saja, pemahaman orang Islam terhadap pentingnya menerapkan ekonomi Islam pun harus dilakukan karena tidak semua orang Islam memahami pentingnya sistem ekonomi tersebut.

Ya, seperti itulah perbedaan ekonomi Islam dan ekonomi kapitalis beserta kekurangan dan kelebihannya. Maka, bisa Anda lihat bahwa ternyata masih banyak yang harus diperjuangkan jika kita ingin menerapkan sistem ekonomi Islam di Indonesia.


Emoticon Emoticon