Hubungan Gempa dengan Lempeng Tektonik

Gempa Bumi tidak terlepas dari teori lempeng tektonik, Menurut ilmu Teori lempeng Tektonik ( sumber : BMKG ), bahwa permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. adapun Lempeng tektonik adalah segmen yang keras dari kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itulah lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi antara satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng - lempeng tektonik merupakan tempat atau lapisan yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menjadi penyebab gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran-dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi atau sekumpulan dari teori sebelumnya yaitu Teori Pergerakan Benua ( Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra ( Sea Floor Spreading ).

Baca juga: Apa itu Gempa Bumi dan Karakteristik-nya








Di Lapisan paling atas bumi itu sendiri, yaitu litosfir, merupakan lapisan batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini (litosfir) terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. karena Lapisan ini sedemikian panasnya, sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya. Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati(collision) dan saling geser (transform).

Jadi, Jika dua lempeng bertemu , keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati atau saling bergeser. Pada Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia yang relatif bergerak namun terukur sebesar 0-15cm pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Partner Site